Thought via Path →

choirunnisakfauziati:

Tentang Keberkahan:
Ketika Yang Halal Tercampur Yang Haram

Seseorang datang kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kesempitan hidup yang ia alami. Dia memberi tahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 5 dirham. Dan gaji itu tidak mencukupinya.

Namun anehnya, Imam Syafi’i justru…

— 14 hours ago with 8 notes
"Ketika kamu berkata, “Wah kebetulan sekali ya, kita bisa bertemu di sini?” maka ingatlah bahwa sesungguhnya semua sudah digariskan, tak ada yang namanya kebetulan…"

(via erstudio)

Either He wants me to learn from you or He wants you to learn from me. Or maybe He wants us to learn from each other?

— 14 hours ago with 11 notes
Anonymous asked: bg faldo, gimana biar motivasi kita gak turun turun ? :D


Answer:

faldomaldini:

ingat mati :D

— 2 days ago with 5 notes
"Saat kita bisa memasrahkan sepenuhnya apa yang terjadi di setiap waktu kepada AllahSWT, meyakini dengan sepenuhnya bahwa kebaikan yang kita terima bukan karena ketangguhan kita tapi memang AllahSWT yang membuat semua hal itu terjadi, mungkin itu (salah satu) saat-saat dimana kita paling keren kala menjadi manusia."
Tentu keren di mata-Nya. Keren di mata manusia mah lewat ~ (via faldomaldini)
— 2 days ago with 126 notes
"Tuhan menciptakan manusia berderajat, dan menurut kadar kesanggupannya, lalu Tuhan pun tak pernah menuntut, menguji umatnya diluar batas kemampuannya. Sehingga setiap musibah pasti ada pelajaran di sana, setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya."
Roni Nasaputra (via jamikanasa)
— 2 days ago with 19 notes
detindentist:

Bismillah..

Stop saying you are nothing!

Akhir-akhir ini saya sering merasa tidak-memiliki-apa-apa atau serba-tidak-bisa atau da-aku-mah-apa-atuh atau apalah itu sebutannya

Ketika melihat kawan lain melejit dengan kelebihannya, bahkan melihat orang lain yg tidak dikenal yg sudah terkenal karena aktivitas kepo mengkepo, selalu berujung dengan ucapan semacam “mereka keren banget, saya gak ada apa-apanya”

Terlalu sering, sampai berhasil membuat saya percaya bahwa saya memang tidak punya kelebihan yang signifikan (?)

Selidik punya selidik, ternyata yg salah bukanlah takdir “mereka keren dan gue enggak”. Yang salah adalah pemikiran saya sendiri. 

Iya, akhir-akhir ini rasanya jauh sekali dengan Sang Pamilik Segala Kekerenan. Gue-gak-ada-apa-apanya adalah istilah yang hanya boleh keluar jika kita hidup tanpa ridhoNya, bukan istilah hasil membandingkan kita dengan makhluk. 

Ah iya, kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meskipun rumput tetangga selalu lebih hijau, kita pasti bisa buat taman bunga yg rumputnya segar milik kita sendiri. 

Saya masih berusaha untuk percaya bahwa inilah jalan saya. Bersyukur dengan apa yang dimiliki dan fokus pada apa yang sudah Allah beri. 

Ingat kembali, bahwa nilai manusia dilihat dari kebermanfaatannya, bukan sekadar dari kelebihan spektakuler yang ia miliki tapi buat apa kalau hanya untuk diri sendiri. 

Hina dina betul rasanya, selama ini mencampakanMu dan sudah mulai bosan dengan kegiatan kegiatan mengagungkanMu. Hiks.

detindentist:

Bismillah..

Stop saying you are nothing!

Akhir-akhir ini saya sering merasa tidak-memiliki-apa-apa atau serba-tidak-bisa atau da-aku-mah-apa-atuh atau apalah itu sebutannya

Ketika melihat kawan lain melejit dengan kelebihannya, bahkan melihat orang lain yg tidak dikenal yg sudah terkenal karena aktivitas kepo mengkepo, selalu berujung dengan ucapan semacam “mereka keren banget, saya gak ada apa-apanya”

Terlalu sering, sampai berhasil membuat saya percaya bahwa saya memang tidak punya kelebihan yang signifikan (?)

Selidik punya selidik, ternyata yg salah bukanlah takdir “mereka keren dan gue enggak”. Yang salah adalah pemikiran saya sendiri.

Iya, akhir-akhir ini rasanya jauh sekali dengan Sang Pamilik Segala Kekerenan. Gue-gak-ada-apa-apanya adalah istilah yang hanya boleh keluar jika kita hidup tanpa ridhoNya, bukan istilah hasil membandingkan kita dengan makhluk.

Ah iya, kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meskipun rumput tetangga selalu lebih hijau, kita pasti bisa buat taman bunga yg rumputnya segar milik kita sendiri.

Saya masih berusaha untuk percaya bahwa inilah jalan saya. Bersyukur dengan apa yang dimiliki dan fokus pada apa yang sudah Allah beri.

Ingat kembali, bahwa nilai manusia dilihat dari kebermanfaatannya, bukan sekadar dari kelebihan spektakuler yang ia miliki tapi buat apa kalau hanya untuk diri sendiri.

Hina dina betul rasanya, selama ini mencampakanMu dan sudah mulai bosan dengan kegiatan kegiatan mengagungkanMu. Hiks.

— 2 days ago with 16 notes
"Kebahagiaan diri sendiri ga ada apa-apanya dibanding kebahagiaan orang tua."
Tapi untuk membahagiakan orang tua, kamu harus setidaknya tidak tidak bahagia
— 2 days ago with 1 note
"Jika engkau menjumpai orang, yang ia sudah tahu dirimu, kenal dirimu, faham aibmu, dan engkau pernah tiga kali membuatnya kecewa atau marah, tapi ia tidak pernah menyebut dirimu di depan orang lain selain kebaikanmu, jadikan ia sahabat sejati"

Ja’far As Shadiq. (via merindyaaa)

THIS!

(via ashrirs)

— 2 days ago with 434 notes
"Hati dan pikiran di pagi hari lebih sempurna, lebih mampu memperhatikan, mencermati keadaan, menangkap pelajaran, mengolah pemahaman, mencetuskan gagasan, serta mengungkapkan pikiran; daripada di akhir siang. Maka hendaknya setiap Muslim bersegera menuntut ilmu, mengambil faedah, bercocok tanam, menjalankan usaha, melangsungkan perniagaan, dan melakukan hal-hal penting lainnya pada pagi hari"
Imam Al-‘Ajluni dalam kitab Kasyful Khafa’ pada lapis-lapis keberkahan (via indririw)

(via latuphi)

— 3 days ago with 10 notes