24/4/2014

  • A: Thomas Alva Edison 9958 kali mencoba dan gagal. Pada percobaan ke 9959 baru dia berhasil menciptakan lampu..
  • B: Thomas didukung ibunya

poubelle25:

A Dentist
Beberapa hari yang lalu, sahabat dan adik-adik kelas saya di FKG UI menjalani wisuda dan sumpah dokter giginya. Melihat foto-foto mereka di hari itu membuat saya kembali mengenang perasaan”akhirnya lulus juga” yang memenuhi hati kami semua, para dokter gigi baru.
Lulus menjadi dokter gigi memang bukan perkara yang mudah, tapi bukan juga hal yang tidak mungkin diraih. Walaupun terkadang harus menghabiskan waktu lebih dari 5 tahun, tapi ketika kita memiliki niat dan daya juang yang tinggi, insya Allah,gelar dokter gigi pun dapat segera kita persembahkan kepada kedua orangtua tercinta.
Menjadi dokter gigi memang membutuhkan perjuangan. Bukan hanya fisik dan mental saja yang dikorbankan, tapi waktu, materi dan pikiran kita pun harus ikut serta dalam perjalanan ini. Yakinlah, bahwa pertolongan Allah selalu dekat, dan tugas kita hanya terus mendekatkan diri kita kepadaNya.
Sedikit cerita dan tips mengenai kehidupan seorang mahasiswa kedokteran gigi ;
- Masa preklinik
* Teori yang dipelajari semasa ini akan sangat berguna di dunia koas kelak, karena teori-teori ini akan berubah wujud dari yang hanya tulisan menjadi kasus nyata yang terkadang lebih rumit dari yang pernah dipelajari. Jadi, jangan biarkan teori ini menguap setelah ujian selesai dilaksanakan. Kalau perlu, mulailah rajin membuat ringkasan teori atau catatan kecil yang bisa dijadikan pegangan di saat koas nanti.
* Jalanilah praktikum dengan maksimal walaupun terasa sangat sulit dan melelahkan. Kuasai betul setiap tahapan praktikum karena nanti di dunia koas, kemampuan tangan kita akan betul-betul diuji. Ingatlah, dokter gigi adalah pekerjaan yang sangat membutuhkan keterampilan tangan yang baik. Jadi, latihlah tanganmu sejak masih dibimbing oleh dosen, karena yang membuat kita bisa lulus bukanlah angka IP yang tinggi, tapi seberapa baik kita mampu memberikan perawatan kepada pasien.
* Manfaatkan waktu luang dari kuliahmu untuk berorganisasi. Ikutilah LDF atau BEM di kampus, karena dari organisasi inilah kita akan belajar banyak tentang komunikasi, manajemen waktu dan juga menambah jejaring. Pekerjaan dokter gigi akan membuat kita bertemu dengan beragam karakter manusia dan ilmu komunikasi ini benar-benar harus kita kuasai dengan baik. Anamnesis adalah bagian yang cukup penting dalam penegakan diagnosis, dan komunikasi yang baik adalah kunci dalam mendapatkan anamnesa yang tepat. Selain itu, jejaring yang kita dapatkan selama organisasi akan sangat bermanfaat di dunia koas nanti, terlebih lagi dalam hal mencari pasien. Dan, nilai tambah yang dapat kita miliki setelah mengikuti organisasi adalah kepuasan diri karena telah berkontribusi sebagai mahasiswa dan juga ajang untuk refreshing dari dunia perkuliahan. Percayalah, di saat dunia koas sudah begitu memenuhi setiap detik hidupmu, kerinduan akan organisasi akan terasa begitu besar.
* Hal terakhir yang tidak kalah penting. Persiapkan uang untuk menjalani kehidupan koas nanti. Ayo menabung!
-Masa Koas (Klinik)
* Minum vitamin dan jaga kesehatan diri sebaik mungkin karena aktivitas padat akan selalu kita hadapi setiap harinya, apalagi, kita akan bertemu dengan banyak pasien yang mungkin saja sedang memiliki penyakit menular.
* Selalu minta doa dari orangtua agar setiap rencana yang akan dikerjakan di hari itu berjalan dengan lancar.
* Teori dan praktikum yang pernah didapat di masa preklinik lebih baik selalu di review lagi setiap akan menghadapi diskusi atau mengerjakan kasus baru. Jangan kosong saat akan berhadapan dengan supervisor.
* Rencanakan dengan baik, pekerjaan apa yang akan kita lakukan di klinik setiap harinya dan selalu siapkan plan B jika plan A tidak berjalan dengan baik. Jika plan A nya adalah mengerjakan pasien, dan ternyata pasien atau supervisornya berhalangan dan perawatan tidak bisa dikerjakan, lanjutkan ke plan B, misalnya mengerjakan tugas di perpus atau menyiapkan diskusi untuk esok hari.
* Keluarkan jurus komunikasi terbaik sehingga pasien merasa nyaman dengan perawatan kita dan tidak perlu dibujuk untuk melanjutkan perawatan, terlebih lagi untuk pasien anak (pedo) atau lansia ( prosto).
* Jangan malu untuk bertanya kepada teman atau senior atau dosen pembimbing ketika mendapatkan kasus yang sulit. Percayalah, lebih baik salah dan dimarahi dosen ketika masa koas dibandingkan harus bingung saat menghadapi pasien seorang diri di dunia kerja nanti. Manfaatkanlah waktu dan fasilitas belajar yang dimiliki semasa koas ini.
* Terakhir, dekatkan diri kepada Allah, perbanyak ibadah sunnah dan bertawakallah kepada Allah, karena setiap usaha yang sudah kita lakukan dengan maksimal, hasil akhirnya tetap menjadi hak Allah semata. Ingatlah, doa kita akan selalu didengar Allah, jadi perbanyaklah doa.
Kurang lebihnya seperti itulah, pengalaman yang bisa saya bagi tentang kehidupan mahasiswa FKG, walaupun sebenarnya masih banyak hal yang tidak saya sebutkan dalam tulisan ini. Semoga bermanfaaf dan tetap semangat!!


mba Risty :’D makasiiiih mba makasiih berasa disemangatin hehe

poubelle25:

A Dentist

Beberapa hari yang lalu, sahabat dan adik-adik kelas saya di FKG UI menjalani wisuda dan sumpah dokter giginya. Melihat foto-foto mereka di hari itu membuat saya kembali mengenang perasaan”akhirnya lulus juga” yang memenuhi hati kami semua, para dokter gigi baru.

Lulus menjadi dokter gigi memang bukan perkara yang mudah, tapi bukan juga hal yang tidak mungkin diraih. Walaupun terkadang harus menghabiskan waktu lebih dari 5 tahun, tapi ketika kita memiliki niat dan daya juang yang tinggi, insya Allah,gelar dokter gigi pun dapat segera kita persembahkan kepada kedua orangtua tercinta.

Menjadi dokter gigi memang membutuhkan perjuangan. Bukan hanya fisik dan mental saja yang dikorbankan, tapi waktu, materi dan pikiran kita pun harus ikut serta dalam perjalanan ini. Yakinlah, bahwa pertolongan Allah selalu dekat, dan tugas kita hanya terus mendekatkan diri kita kepadaNya.

Sedikit cerita dan tips mengenai kehidupan seorang mahasiswa kedokteran gigi ;

- Masa preklinik

* Teori yang dipelajari semasa ini akan sangat berguna di dunia koas kelak, karena teori-teori ini akan berubah wujud dari yang hanya tulisan menjadi kasus nyata yang terkadang lebih rumit dari yang pernah dipelajari. Jadi, jangan biarkan teori ini menguap setelah ujian selesai dilaksanakan. Kalau perlu, mulailah rajin membuat ringkasan teori atau catatan kecil yang bisa dijadikan pegangan di saat koas nanti.

* Jalanilah praktikum dengan maksimal walaupun terasa sangat sulit dan melelahkan. Kuasai betul setiap tahapan praktikum karena nanti di dunia koas, kemampuan tangan kita akan betul-betul diuji. Ingatlah, dokter gigi adalah pekerjaan yang sangat membutuhkan keterampilan tangan yang baik. Jadi, latihlah tanganmu sejak masih dibimbing oleh dosen, karena yang membuat kita bisa lulus bukanlah angka IP yang tinggi, tapi seberapa baik kita mampu memberikan perawatan kepada pasien.

* Manfaatkan waktu luang dari kuliahmu untuk berorganisasi. Ikutilah LDF atau BEM di kampus, karena dari organisasi inilah kita akan belajar banyak tentang komunikasi, manajemen waktu dan juga menambah jejaring. Pekerjaan dokter gigi akan membuat kita bertemu dengan beragam karakter manusia dan ilmu komunikasi ini benar-benar harus kita kuasai dengan baik. Anamnesis adalah bagian yang cukup penting dalam penegakan diagnosis, dan komunikasi yang baik adalah kunci dalam mendapatkan anamnesa yang tepat. Selain itu, jejaring yang kita dapatkan selama organisasi akan sangat bermanfaat di dunia koas nanti, terlebih lagi dalam hal mencari pasien. Dan, nilai tambah yang dapat kita miliki setelah mengikuti organisasi adalah kepuasan diri karena telah berkontribusi sebagai mahasiswa dan juga ajang untuk refreshing dari dunia perkuliahan. Percayalah, di saat dunia koas sudah begitu memenuhi setiap detik hidupmu, kerinduan akan organisasi akan terasa begitu besar.

* Hal terakhir yang tidak kalah penting. Persiapkan uang untuk menjalani kehidupan koas nanti. Ayo menabung!

-Masa Koas (Klinik)

* Minum vitamin dan jaga kesehatan diri sebaik mungkin karena aktivitas padat akan selalu kita hadapi setiap harinya, apalagi, kita akan bertemu dengan banyak pasien yang mungkin saja sedang memiliki penyakit menular.

* Selalu minta doa dari orangtua agar setiap rencana yang akan dikerjakan di hari itu berjalan dengan lancar.

* Teori dan praktikum yang pernah didapat di masa preklinik lebih baik selalu di review lagi setiap akan menghadapi diskusi atau mengerjakan kasus baru. Jangan kosong saat akan berhadapan dengan supervisor.

* Rencanakan dengan baik, pekerjaan apa yang akan kita lakukan di klinik setiap harinya dan selalu siapkan plan B jika plan A tidak berjalan dengan baik. Jika plan A nya adalah mengerjakan pasien, dan ternyata pasien atau supervisornya berhalangan dan perawatan tidak bisa dikerjakan, lanjutkan ke plan B, misalnya mengerjakan tugas di perpus atau menyiapkan diskusi untuk esok hari.

* Keluarkan jurus komunikasi terbaik sehingga pasien merasa nyaman dengan perawatan kita dan tidak perlu dibujuk untuk melanjutkan perawatan, terlebih lagi untuk pasien anak (pedo) atau lansia ( prosto).

* Jangan malu untuk bertanya kepada teman atau senior atau dosen pembimbing ketika mendapatkan kasus yang sulit. Percayalah, lebih baik salah dan dimarahi dosen ketika masa koas dibandingkan harus bingung saat menghadapi pasien seorang diri di dunia kerja nanti. Manfaatkanlah waktu dan fasilitas belajar yang dimiliki semasa koas ini.

* Terakhir, dekatkan diri kepada Allah, perbanyak ibadah sunnah dan bertawakallah kepada Allah, karena setiap usaha yang sudah kita lakukan dengan maksimal, hasil akhirnya tetap menjadi hak Allah semata. Ingatlah, doa kita akan selalu didengar Allah, jadi perbanyaklah doa.

Kurang lebihnya seperti itulah, pengalaman yang bisa saya bagi tentang kehidupan mahasiswa FKG, walaupun sebenarnya masih banyak hal yang tidak saya sebutkan dalam tulisan ini. Semoga bermanfaaf dan tetap semangat!!

mba Risty :’D makasiiiih mba makasiih berasa disemangatin hehe

Setiap kita akan diuji Allah pada titik-titik kelemahan kita.

Aan Mi’dad

maka bersabarlah untuk kesabaran yang tak berbatas. karena saat pengharapan belum terkabulkan, tidak lantas itu menjadi alasan untuk berhenti berdoa, berhenti berusaha, dan berhenti bersabar

(via punyadepi)

ishbir, Ci, ishbir